Senin, 11 Mei 2009

Kenangan Di ATM

Sudah tradisi setiap akhir tahun semua perusahaan meliburkan karyawannya. Hal itu saya manfaatkan untuk berlibur di kampung halaman. Saya masih ingat waktu itu tanggal 29 desember 2008. Pagi-pagi saya menuju ATM BRI di kota kecil pinggiran Yogyakarta. Memang benar saya mau mengambil uang. Setelah sampai ATM saya langsung antri, tak lama lagi datang di belakangku satu bapak-bapak dan dua wanita juga mengantri. Giliran saya untuk transaksi tiba.

Kartu saya masukkan kemesin ATM, tak ketinggalan memasukkan PIN, transaksi berlanjut dan mengetik nominal uang yang saya inginkan. Nah disini proses berlangsung tadaa…! Tinggal menunggu uang keluar eeh… tiba-tiba listrik padam. Tidak lama sich paling cuma satu sampai dua detik listrik pun kembali nyala. Tapi dasar alat elektronik gak mau dibohongi, uang saya gak keluar, alih-alih uangnya keluar kartu saya pun gak bisa dikeluarkan. Cuapek dech…

Akhirnya saya lapor ke security dan langsung disampaikan ke pihak terkait. Pak security bilang sama saya bentar mas “saya laporkan pada pawangnya”. Ternyata si pawang lagi ada tamu dari salah satu badan pemerintahan. Wuaduh, saya akan lama nich menunggu. Si security tersenyum “sabar mas “. Setelah menunggu sekitar setengah jam si pawang pun keluar dengan membawa kunci kecil untuk membuka mesin ATM. Tak saya duga ternyata si pawang itu seorang wanita, dengan cekatan dia mengutak atik mesin ATM karena memang mesin tersebut juga lagi bermasalah.

Tiga jam saya sudah menunggu akhirnya berhasil. Si pawang sambil membawa kartu saya bilang “Temui saya di kantor ya?”. Kemudian saya kekantornya dengan menunjukkan KTP akhirnya kartu kembali di tangan saya. Dengan was-was saya ke mesin ATM lagi. Transaksi saya lakukan, kali ini berhasil, uang pun keluar. Tapi ada yang aneh setelah melihat setruk transaksi. Ternyata transaksi yang pertama yang uangnya tidak keluar ikut di debet. Wuaduh… cuapek lagi…

Kemudian saya masuk lagi ke kantor BRI dan melapor ke petugas bank. Tentu harus dengan mengantri karena hari itu memang bener-bener banyak nasabah yang di bank itu. Maklum akhir tahun mungkin pada siap-siap mau menghadapi liburan. Kemudian saya disuruh mengisi form kronologi kejadian, dan disuruh menunjukkan kartu ATM. Dengan melihat kartu saya, petugas membuka rekening saya melalui komputernya. Kemudian petugas bilang “di tunggu saja mas kalau memang besok di temukan ada transaksi tersebut maka saldo akan di kembalikan”.

Saya sich percaya aja sama pihak bank, tapi waktu saya sudah tersita hampir lima jam setengah hehehee… Setelah liburan usai saya pun balik lagi ke Jakarta untuk melakukan rutinitas, disela-sela rutinitas saya sempatkan untuk mengecek saldo. Ternyata benar saldo saya sudah nambah. Lumayan.

Oia seseorang yang mengantri di belakangku kl baca cerita ini hubungi saya ya?

Hehehehee…




Artikel Terkait:

Bookmark and Share

Komentar :

ada 0 komentar ke “Kenangan Di ATM”

Poskan Komentar