



Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) telah mempresentasikan mengenai pemanfaatan minyak jelantah sebagai bahan bakar alternatif yang ramah lingkungan untuk kompor masak. Penggunaan minyak jelantah sebagai bahan bakar berdampak positif, karena jika dibuang minyak jelantah bisa mencemari lingkungan. Jika dipakai berulang 3 hingga 4 kali akan memicu penyakit kangker, kolesterol, hipertensi dan penyumbatan peredaran darah bagi penggunanaya.
Jenis formulasi yang terkandung dalam minyak jelantah ini tidak larut dalam air dan dapat mencemari lingkungan bila dibuang ke dalam air dan tanah. Limbah minyak goreng memiliki potensi sebagai alternatif energi bahan bakar nabati yang ramah lingkungan. Biodiesel dari limbah penggorengan ini mampu mengurangi pencemaran air,tanah, udara, sehingga mendukung program pemerintah tentang pemanfaatan bahan bakar nabati sebagai bahan bakar yang ramah lingkungan.
Kompor berbahan bakar minyak jelantah ini memiliki keseimbangan karbon dioksida netral sehingga tidak beresiko meledak, meski pembakaran tidak terkendali api kadang-kadang membesar. Minyak jelantah akan meledak atau terbakar jika suhunya 300 derajat celcius keatas. “Kami mengharapkan ini bisa dimanfaatkan untuk masyarakat, teknologi ini bukan baru, BPPT hanya memodifikasi tempat pembakaran saja”
Semoga bermanfaat...
Artikel Terkait:
memanfaatkan limbah
lingkungan
bermanfaat juga nih sobat jadi tau. tapi biasanya kalo lagi mati lampu/listrik padam yang dicari paling ingat cuma lilin, lilin n lilin.
trims yaa atas infonya, sukses selalu n tetap semangat
ok...sama-sama kawan
Waaah, makasih banyak infonya ;)
Sangat bermanfaat
wah unik juga yach berapa lama tuh ktahanan y kapas kan cepet abis terbakar dan gosong