Senin, 02 Februari 2009

Syair Hitam

Apakah ia masih memikirkan diriku?
Bukankah telah aku korbankan kebahagiaan demi dirinya?
Hingga diri ini terpenjara sepi dan terbalut kegelapan didasar samudera?
Wahai semilir harum kelopak putik-putik bunga....
Maukah engkau membawakan keharuman rambutnya padaku sebagai pelepas rindu?
Sampaikan salam beserta kidung surgawi,pesanku ini untuknya: Duhai kekasih hati....
Hatiqu telah dikuasai oleh pesona jiwamu.
ketampananmu menusuk hatiku laksana anak panah,Hingga sayap yang sudah patah ini tidak mungkin dapat terbang....
Engkau laksana dewa dalam gemilang cahaya....
Hanya untukmu seorag jiwaku rela menahan kesedihan dan kehancuran... Karena engkaulah menara kekuatan dan air mata kebahagiaan bagi segala prahara hidupku.
Keindahan parasmu laksana ramuan ajaib yang memabukkan diriku,desah suaramu laksana mantera sihir yang tidak bisa aku hindari,ia menjadi sumber kebahagiaan yang tleah memikatku untuk selalu mengenangmu.
By:Nundr!r!n



Artikel Terkait:

Bookmark and Share

Komentar :

ada 0 komentar ke “Syair Hitam”

Posting Komentar