Sabtu, 21 Februari 2009

Berlindung Dibalik Kata Cinta

Disebut teman karena ia bersifat menemani. Kata orang teman sejati itu yang menemani dikala senanag dan susah. Dikala kita sedang kaya pasti banyak yang bertandang mengaku sebagai saudaara. Bila kita sedang terpuruk, saudara terdekatmu bisa menjadi musuh nyata. Jadi sesunguhnya adakah pertemanan sejati itu? Adakah orang yang senantiasa bisa bersama kita dalam susah maupun senang? Pasti ada. Tapi siapakah dia?

Orang sering berlindung dibalik kata “cinta”. Mereka mengatakan bahwa dengan cinta, segalanya akan terasa indah. Orang bisa hidup susah dan menderita, selama ia berada di samping kekasihnya katanya semua itu gak jadi masalah. Namun, betulah ada cinta seperti itu? Bila ada, dimana cinta seperti itu berada? Cinta muda mudi yang dibalut dengan nafsu asmara saja, sering menciptakan drama-drama heroik, yang kerap kali berujung dengan kedukaan. Cinta kalau hanya dibalut dengan nafsu asmara saja, suatu saat bisa pudar. Karena rasa cinta sering kali berbalik bentuk menjadi kebencian. Bahkan kebencian yang datang setelah rasa cinta adalah puncak dari segala kebencian.

Carilah teman akrab yang bisa mewujudkan pertemanan sejati dengan kita. Carilah teman yang menghantarkan ke biduk cinta yang sejati. Pertemanan yang tidak hanya mengumpulkan para ‘pecinta’nya di dunia ini, tapi jua di taman Surga.

Semoga kita bisa ke taman Surga…




Artikel Terkait:

Bookmark and Share

Komentar :

ada 0 komentar ke “Berlindung Dibalik Kata Cinta”

Poskan Komentar