Selasa, 24 Februari 2009

Surat Cinta Untuk Saudariku

Wahai saudariku…
Kembalilah!
Kembalilah dalam ketaatan sebelum terlambat!
Kematian bisa datang kapan saja.
Bukankah kita ingin meninggal dalam ketaatan?
Bukankah kita tidak ingin meninggal dalam keadaan bermaksiat?
Bukankah kita mengetahui bahwa Allah mengharamkan bau surga bagi wanita-wanita yang berpakaian tapi telanjang?(Berpakaian tidak sesuai dengan syariat maka itu hakekatnya berpakaian tetapi telanjang). Tidakkah kita rindu dengan surga?
Bagaimana bisa masuk jika mencium baunya saja tidak bisa?

Saudariku…
Apalagi yang menghalangi kamu dari syari’at yang mulia ini?
Kesenangan apa yang kamu dapat dengan keluar dari syari’at ini?
Kesenangan yang kamu dapat hanya bagian dari kesenangan dunia.
Lalu apalah artinya kesenangan itu jika tebusannya adalah diharamkannya surga (bahkan baunya) untuk kamu?

Duhai saudariku…
Apa yang hendak kamu cari dari kampung dunia?
Apalah artinya jika dibanding dengan kampung akhirat?
Mana yang hendak kamu cari?

Wahai saudariku…
Panasnya dunia tidak sebanding dengan panasnya api neraka.
Bersabar terhadapnya jauh lebih mudah dari pada bersabar terhadap panasnya neraka.
Tidakkah kamu takut pada panasnya api neraka yang dapat membakar kulit kamu?
Kulit yang kamu khawatirkan tentang jerawatnya, tentang komedonya, tentang hitamnya, tentang tidak halusnya? Itu semua tidak ada artinya di hadapan Allah tanpa di landasi syari’at.

Wahai saudariku…
Ketahuilah bahwa ketaatan kepada Allah akan mendatangkan kesejukan di hati. Jika hati sudah merasa sejuk, apalah arti beberapa tetes keringat yang ada di dahi. Tidak akan merasa kepanasan karena apa yang dirasakan di hati mengalahkan apa yang dialami oleh badan.

Saudariku…
Semoga Allah memudahkan nafsu kita untuk tunduk dan patuh kepada syari’at.

Saudariku…
Semoga Allah memudahkan kita untuk melaksanakan apa yang Allah perintahkan meski nafsu kita membencinya.

Saudariku…
Semoga Allah memudahkan kita untuk meninggalkan apa saja yang Allah larang meski nafsu kita menyukainya…

Saudariku…
Mari kita sibukkan diri berhias dengan kecantikan iman.
Berhias dengan ilmu dan amal sholeh,
Berhias dengan akhlak yang mulia.
Hiasi diri kita dengan rasa malu!
Tutupi aurat kita!
Jangan pamerkan!
Jagalah sebagaimana kita menjaga barang berharga yang sangat kita sayangi.
Simpanlah kecantikannya,
Simpan supaya tidak sembarang orang bisa menikmatinya!
Simpan untuk suami saja,
Niscaya ini akan menjadi kado yang sangat istimewa…

Semoga dirimu tidak tersinggung…




Artikel Terkait:

Bookmark and Share

Komentar :

ada 0 komentar ke “Surat Cinta Untuk Saudariku”

Poskan Komentar