Senin, 09 Februari 2009

Sayangku

Seperti baru kemarin rasanya ketika tanganmu berada di genggaman aku. Aku masih dapat membayangkan wajahmu ketika kita berpisah. Tetapi waktu adalah perampok, mencuri saat-saat kita sangat membutuhkan. Aku dapat melihat sekarang, kamu sudah terbiasa. Bagaimana bisa terjadi dimana rasanya baru kemarin kita selalu bersama?
Aku melihat kamu begitu cemas menghadapi masa depan kita. Dan aku merasa cemas juga, bukan karena kamu tidak akan bersamaku lagi, tapi karena aku harus berpisah sementara. Aku harus merelakanmu memilih jalan yang kamu pilih. Ketahuilah bahwa aku selalu ada jika kamu membutuhkan nasehat aku. Aku harap kamu masih sudi untuk bertanya. Ketahuilah bahwa aku menginginkan yang terbaik untukmu, tetapi bagaimanapun kamu harus memutuskan sendiri.

Sejak kita bertemu, aku telah dipenuhi oleh mimpi-mimpi akan tempat yang akan kita arungi, dan orang-orang yang akan kita temui. Menyadari bahwa suatu saat, kamu akan pergi mencari cinta sejatimu. Bawalah bersamamu cinta aku. Membuatmu nyaman ketika kamu sedang resah. Bawalah harapan aku bersamamu. Semoga dapat menjadi keberanian di saat kamu menghadapi kekalahan. Bawalah segala cahaya yang aku punya. Semoga dapat menjadi penerang jika kamu mengalami kegelapan.
Ini adalah proses dari kehidupan dan tujuan hidup kita. Semoga kita Diberkahi dalam segala hal. Aku di sini akan selalu menyayangimu.

Pengagummu…………



Artikel Terkait:

Bookmark and Share

Komentar :

ada 0 komentar ke “Sayangku”

Posting Komentar