Kamis, 19 Maret 2009

Memilih Temanan Sejati

Sebagai makluk sosisl kita butuh orang lain. Sebagai makluk yang hidup bersanding dengan sesamanya, kita selalu butuh teman. Kita gak boleh sombong dengan kelebihan dan keistemewaan yang kita miliki. Sebab manusia tak pernah bisa menjadi piawai, hebat, populer atau dikenal banyak orang, tanpa ada teman setia di sampingnya. Jadi setiap kita berprestasi hargai teman yang mendukung kita mencapai prestasi tersebut.Hati-hatilah memilih teman, pepatah Arab menyebutkan “Bila hendak bertanya tentang kepribadian seseorang, jangan tanyakan kepadanya secara langsung, tapi tanyakan siapa temannya. Karena seseorang, biasanya mengikuti kepribadian temannya.

Pengaruh teman itu hebat, kadang tak setiap orang yang merasakannya, tapi pengaruh itu pasti dan selalu ada, dengan kapasitas yang bervariasi. “Dan perumpamaan teman yang baik, ibarat seorang penjual minyak wangi. Kalaupun ia tidak memberikan minyak wanginya, setidaknya, kita mendapatkan aromanya yang semerbak. Sementara perumpamaan teman yang jahat, tak ubahnya pandai besi. Kalaupun kita tidak terkena asap hitamnya, setidaknya, kita akan mencium bau busuk dari tungkunya.”

Pergaulan, demikian ketat mempengaruhi seseorang dengan warna-warninya. Unsur kebaikan atau keburukan yang ada dalam pergaulan, demikian mudah tertular pada diri seseorang, bila pergaulan dilakukan secara wajar. Oleh sebab itu bukan semata cara bergaul yang perlu kita telaah dan cermati, tapi memilih lingkungan, temam-teman bergaul, memiliki nilai peting yang tidak kalah besar.

Kita sering kali egois. Saat menikah, sebagian pria mendambakan istri shalihah, cantik, kaya dan seterusnya. Sebagai wanita mendambakan suami yang shalih, baik hati, romantis, kaya, berpendidikan tinggi, sayang istri, anak dan seterusnya. Begitu pula saat berteman, tentu kita inggin teman kita mempunyai segalanya yang kita butuhkan dalam pertemanan. Bila mungkin teman kita harus pintar, banyak duit, tidak mudah tersinggung, dewasa, bisa diajak curhat dan karakter lainnya. Sampai-sampai dari Teman Jadi Sayang

Namun seharusnya kita bersikap realistis. Yang masuk akal saja. Selain kita harus mudah memahami kekurangan orang lain sebagai teman, kita juga harus berpikir positif dengan logika yang di balik:Kalau kita mencari istri, berusahalah untuk menjadi suami yang baik. Kalau kita mencari suami, bercita-citalah menjadi istri yang taat dan disukai suami. Kalau kita berteman , berusahalah untuk bisa bermanfaat yang sebesar-besarnya untuk teman kita.

Dengan siapa kita berteman, jadilah seperti lebah. Ia akan memilih tetes madu yang terbaik, dari sari terbai, dan ahirnya menghasilkan cairan madu terbaik. Pilihlah teman terbaik, berikan yang terbaik, sehingga yang dihasilkan adalah pertemanan terbaik. Jangan mengusik kalau gak mau diusik. Bila mau hidup aman dan nyaman, berbuatlah baik kepada teman dan tetangga. Pepatah Cina “Jangan pagari rumahmu dengan tembok, tapi pagarilah dengan mangkok.” Artinya untuk mendapatkan teman dan tetangga yang baik, cukup banyak berbuat baik kepada teman dan orang sekitar. Mereka akan membalasnya dengan kebaikan. Karena pagar setinggi apapun dapat dipanjat, sementara kebaikan akan memerangi pelakunya dari perilaku buruk orang lain terhadapnya.

Pilihlah teman sejatimu...




Artikel Terkait:

Bookmark and Share

Komentar :

ada 0 komentar ke “Memilih Temanan Sejati”

Poskan Komentar