Senin, 27 April 2009

Yang Layu Sebelum Berkembang

PEMILU Pemilihan Umum? Bukan! Pemilu (pengantin hamil dahulu). Fenomena ini sudah marak di tengagah-tengah masyarakat kita, bahkan sudah mengganggap hal tersebut sesuatu yang biasa. Kemajuan teknologi informasi benar-benar telah membawa pengaruh besar bagi masyarakat. Sayangnya pengaruh yang ditimbulkannya bersifat negative, kususnya bagi generasi muda. Pengaruh tayangan televisi,VCD,ataupun internet yang begitu mudah diakses,sungguh sangat terasa.

Tinggal bagaimana kita menyikapi hidup di tengah gemerlap dunia yang menyilaukan dan menipu, banyak memberikan kenikmatan sesaat yang banyak membuat kita terlena. Tak dipungkiri, deras arus teknologi, arus globalisasi, iming-iming gemerlap dunia, hantaman gelombang budaya yang mengepung dari segala penjuru tak kenal kompromi. Tren busana gaya hidup yang menggoda, memanggil hasrat. Apa lagi bagi kawula muda. Khususnya remaja putri yang tengah tumbuh dan penuh gejolak, ditambah psikis yang masih labil, menjadi sasaran empuk arus globalisasi. Tak jarang mereka jatuh dan terjerumus.

Perubahan nilai atau tata cara pandang terhadap pergaulan lawan jenis pun berubah. Sebagai contoh, kalau dulu pacaran atau bermesraan di depan umum dianggap tabu, kini hal itu dianggap biasa. Saat melakukan hal itu mungkin rasa malu sudah menghilang dari hati dua insan yang dimabuk cinta. Hawa nafsu membius mereka, sehingga hal itu pun terjadi. Konsekuensinya akan timbul suatu masalah besar atas perbuatan tersebut. Bagi seorang gadis hal itu menyisakan rasa malu yang teramat dalam. Gara-gara pemilu (pengantin hamil dahulu), sekolah terpaksa kandas, semua orang tahu kalau kini ia tidak gadis lagi.. Duh, malu…banget. Akan tambah malu lagi kalau sang pacar tidak mau mengakui perbuatannya dan tidak bertanggungjawab. Bila begini rasanya habislah sudah masa depannya. Penyesalan selalu datang terlambat. Apakah ini yang disebut berlindung di balik kata cinta?

Butiran bening menetes di pipi, sesak, perih, marah dan sejuta rasa gundah menyeruak, saat seorang ibu mendapati anak gadisnya hamil di luar nikah. Terguncang, itu pasti. Tapi marah pun tak akan menyelesaikan persoalan ini. Tak habis pikir kenapa ini harus terjadi. Siapa yang harus disalahkan dengan fenomena ini “free sex” dan hamil di luaar nikah? Orang tua, keluarga, lingkungan, teman bergaul ataukah diri kita sendira? Pada dasarnya semua komponen itu saling berkaitan dan merupakan satu mata rantai yang tidak bisa dipisahkan. Namun kekuatan dan keimanan dalam pribadi kitalah penentunya.Saudariku, bekali diri dengan ilmu yang benar karena ilmu adalah pelita hati, jagalah agar engkau tetap berharga, mulia dan mampu menjadi individu serta anggota masyarakat yang baik. Mampu menjadi gadis yang memelihara akhalak dan kesucian.


Aku juga akan ikut menjaga...




Artikel Terkait:

Bookmark and Share

Komentar :

ada 0 komentar ke “Yang Layu Sebelum Berkembang”

Posting Komentar