Jumat, 24 April 2009

Bertindak Setelah Kejadian

Mungkin sudah kebiasaan atau budaya kita bersama kalau ada suatu kejadian, entah itu kecelakaan, pencurian, perampokan dan lain-lain, biasanya kita melakukan tindakan setelah semua itu terjadi. Itu semua dilakukan dari rakyat jelata sampai level pemerintahan, ini kenyataan.

Kita ambil contoh: Di desa-desa tak jarang apabila ada tetangganya yang mengalami pencurian, warga desa tersebut sibuk-sibuk melakukan ronda. Padahal sebelumnya warga tersebut tidak melakukan ronda. Anda mungkin masih ingat akhir-akhir ini banyak alat trasportasi yang mengalami kecelakaan dan banyak memakan korban. Lagi-lagi sama dari dinas terkait baru bertindak setelah semua itu terjadi. Untuk level Nasional pun sama, masih ingat Anda ada pulau kita yang lepas dari NKRI? Tentu Anda ingat juga kalau pendataan pulau-pulau terluar digembargemborkan setelah ada pulau yang terlepas.

Jadi kalau sudah begini siapa yang harus disalahkan. Kebiasaan kita juga yang tidak mau disalahkan, saling lempar tanggung jawab. Sebenarnya semua kejadian bisa dicegah atau setidaknya bisa diminimalisir dampak buruknya. Itu yang sering tidak kita lakukan. Kalau sudah terjadi dengan enteng bilang kalau ini sudah takdir. Bukannya agama juga mengatakan kalau takdir bisa berubah kalau kita berbuat.

Setidaknya masing-masing individu melakukan pencegahan terhadap suatu kejadian yang mungkin akan menimpa kita. Seberapa kecilpun pencegahan itu kalu masing-masing dari kita melakukan, hal-hal yang tidak kita ingginkan pasti dapat berkurang. Mari hilangkan kebiasaan bertindak setelah kejadian, kita ganti pencegahan sebelum kejadian.

Ayo....




Artikel Terkait:

Bookmark and Share

Komentar :

ada 0 komentar ke “Bertindak Setelah Kejadian”

Poskan Komentar