Jumat, 01 Mei 2009

Berebut Menjadi Buruh Rakyat

Untuk Anda yang sebagai buruh tentu ingat tanggal 1 May? Ya benar, Hari buruh. Sebenarnya saya juga sebagai buruh, namun tidak saya ambil pusing tentang hari buruh ini. Tahun ini kayaknya hari buruh tidak terlalu diexpose oleh media tidak seperti tahun-tahun kemarin. Mungkin media lagi fokus mengexpose elit-elit politik yang lagi berebut untuk menjadi buruh rakyat.

Elit politik tak ubahnya kita buruh-buruh kecil, mereka juga manusia yang mempunyai sifat sama seperti kita. Selagi ingin menjadi buruh rakyat ,mereka berjanji manis dan menggiurkan dan sampai-sampai bisa membius kita yang terjebak oleh rayuan dan janjinya. Untuk menjadi buruh rakyat mereka tak segan-segan mengeluarkan dana yang cukup banyak asal mereka bisa menjadi buruh rakyat.

Sebagai gambaran, yang saya tahu untuk menjadi buruh rakyat tingkat DPRD kabupaten saja mereka berani mengeluarkan antara 200 sampai 600 jutaan. Tidak sedikit dana tersebut untuk ukuran kita yang hanya sebagai buruh kecil. Saya juga tidak tahu dana sebesar itu untuk apa? Jadi wajar kalau mereka yang belum siap kalah untuk menjadi buruh rakyat, jadi stress dan frustasi. Yang lebih ironis lagi, tentu Anda tahu ada calon buruh rakyat yang gagal, mengambil lagi bantuan yang telah diberikan kepada rakyat.

Apakah mereka yang beruntung menjadi buruh rakyat akan patuh dan taat pada amanah rakyat? Menurut saya tidak selamanya mereka akan patuh dan taat pada amanah rakyat. Sebagai contoh saja kita buruh kecil, saat kita melamar suatu pekerjaan pada suatu perusahaan kalau sudah diterima tentu kita akan menuntut ini itu pada pengusaha, tanpa mempedulikan si pengusaha. Jadi mungkin sama juga yang dilakukan para buruh rakyat tersebut, mereka tidak lagi mempedulikan rakyat. Alih-alih mempedulikan rakyat, sekedar mendengar aspirasi rakyat saja mereka acuh. Mereka lupa akan kata-kata manisnya waktu mencalonkan menjadi buruh rakyat.

Semoga para buruh rakyat akan menjalankan apa yang pernah mereka janjikan saat mencalonkan menjadi buruh. Ingatlah wahai para buruh-buruh rakyat, kalau janji adalah hutang.


Semoga saja engkau menjadi buruh yang taat dan patuh pada rakyat…




Artikel Terkait:

Bookmark and Share

Komentar :

ada 0 komentar ke “Berebut Menjadi Buruh Rakyat”

Poskan Komentar