Minggu, 15 Maret 2009

Jangan Banyak Memilih

Hubungan laki-laki dan perempan memang bagaikan dua maget yang saling ketemu, sama-sama tertarik karena saling menarik. Ketika seorang lelaki bertemu, bahkan sekedar membayangkan ketemu, dengan seorang wanita serasa ada warna bahagia. Lebih-lebih bila wanita itu menarik hatinya. Demikian pula yang terjadi pada wanita. Wanita pun juga tidak jarang tertarik untuk melihat lawan jenisnya. Pandangan pertama pada lawan jenis merupaka sebuah anugerah yang mungkin diharapkan banyak pihak. Padahal pandangan itu akan memberikan efek rasa seperti candu.

Fenomena saling memandang lawan jenis terasa semakin sulit untuk dikendalikan. Banyak faktor tentunya, salah satunya adalah keinginan lelaki untuk segera menikah sementara keberanian belum sepenuhnya ada. Di pihak wanita , sudah jenuh menunggu pinangan lelaki idaman, namun belum juga ada tanda-tanda. Akhirnya hati saling berharap, matapun saling menatap.

Tidak bisa disangkal bahwa sebagian, bakan mayoritas wanita dalam soal perjodohan lebih memilih bersikap pasif. Artinya mereka akan menungu durian jatuh, kalau ada yang melamar syukur kalau belum dia akan menungu sambil mencari berbagai kegiatan baik yang menyangkut hobi, profesi atau sosial. Memang tidak disalahkan sikap seperti itu, bagaimanapun wanita memang dikaruniai sifat pemalu, bakan lebih pemalu.

Semoga belum datangnya jodoh untuk mereka bukan karena jual mahal, terlalu memilah-memilih. Memilah-memilih itu perlu tapi kalau terlalu banyak kriteria yang tidak terlalu prinsip justru akan membuat pria menjadi enggan untuk mendekat. Tidak sedikit pria yang menjadi tidak pede begitu mendengar kriteria yang membuatnya nyali menciut. Mapan, gaji besar, tampang keren, pendidikan tinggi, punya rumah, mobil. Kapan ada pria yang sempurna? Kalau ada yang sedikit sempurna pun munkin mereka lebih memilih wanita yang bernilai lebih juga.

Terlalu agresif memang terasa kurang pas untuk ukuran kaum hawa. Sementara terlalu pasif juga kurang menguntungkan. Bersikaplah moderat tentu akan lebih baik, sudah selayaknya kaum wanita untuk lebih aktif. Aktif bukan berarti mengobral diri, maksudnya tidak berdiam diri, namun tetap harus menempuh cara yang baik.

Usaha. Sudah sewajarnya sebagai manusaia selalu berharap dengan setiap usahanya. Jangan sampai putus asa. Selama dunia masih berputar, nyawa masih dikandung badan, usaha tidak boleh putus di tengah jalan. Tingkatkan kualitas diri,menimba ilmu, mengasah ketrampilan dan mengukir akhlak mulia dalam diri. Hilangkan rasa takut, khawatir, minder, dan ragu-ragu. Tiba saatnya ucapan yang tidak hanya janji-janji palsu tapi tindakan nyata.

Masih binggung…




Artikel Terkait:

Bookmark and Share

Komentar :

ada 0 komentar ke “Jangan Banyak Memilih”

Poskan Komentar