
Dalam mengarungi posisi sebagai bawahan, tentu tidak lepas dari penilaian sang atasan. Atasan sering dijadikan patokan nilai kerja kita bagus atau buruk. Sejauh ini banyak yang rela tunduk dan patuh begitu saja kepada atasan tanpa berpikir dua kali. Di jaman modern, orang yang cari aman tidak akan berkembang. Seorang atasan yang baik justru mencari bawahan yang bisa 'melawan' dalam artian si bawahan bisa memberi saran dan mau mengungkapkan pendapat berbeda untuk kepentingan perusahaan bukan hanya sebagai pengikut tanpa resiko.
Jika Anda seorang pekerja atau seorang staf dalam sebuah perusahaan, ini adalah soal menghargai atasan! Menghargai atasan jelas beda jauh dengan menjilat atasan. Jadi jangan berpikir bahwa saya sedang mengajak Anda untuk menyenangkan atasan secara berlebihan dengan tendensi-tendensi tertentu. Sejujurnya saya sendiri juga sebal jika melihat seorang karyawan melakukan aksi "Asal Bapak Senang". Senyum yang dibuat-buat, ekspresi wajah yang sengaja dimanis-maniskan, tertawa berlebihan saat mendengar lelucon atasan yang sama sekali tidak lucu, padahal sebenarnya ia tidak melakukan semuanya itu dengan ketulusan.
Menghargai atasan berarti kita menaruh respek dan kepercayaan terhadap seseorang sebagai atasan kita. Kita melakukan pekerjaan dengan kualitas kerja terbaik karena ada value, baik itu bagi kemajuan perusahaan yang notabene telah menggaji kita, selain itu juga baik bagi kemajuan diri. Bukan sekedar kita ingin atasan tersenyum lebar dan tertawa senang. Jika motivasi kita hanya asal bapak senang, maka kualitas kerja kita akan menjadi berubah seratus delapan puluh derajat saat atasan sedang tidak bersama dengan kita. Seperti pepatah kuno berkata, kucing pergi tikus berpesta!
Menghargai didasari dengan ketulusan, menjilat didasari dengan kepalsuan.

Artikel Terkait:
tips berfikir
opiniku

izin pertamax...
menghargai adalah kunci sukses!
Betul memang kita dianjurkan untuk saling menghargai...
kalo semuanya saling menghargai
pasti nggak akan ada perang...
(^__^)
cieeeh sibuk nih ye :D