Senin, 12 April 2010

Karir dan Rupiah

Jika tenaga kerja baru menggunakan ukuran rupiah dalam berkarir, sebenarnya yang sedang ditujunya bukanlah pencapaian atas karir. Itu adalah pekerjaan yang hanya merupakan sarana menuju atau mendapatkan rupiah saja.

Sudah tidak dipungkiri lagi kebanyakan orang beranggapan mengukur kesuksesan hanya dari materi yaitu seberapa besar harta kekayaan dan uang yang dimiliki. Hal ini pulalah yang mendorong asumsi yang salah yang hanya menilai tingkat keberhasilan suatu karir kerja hanya dari seberapa besar gaji, pendapatan, kedudukan, atau sejenis hal lainnya yang ada kaitan erat dengan materi.

Menemukan makna dalam bekerja dan mencapai karier atau kebahagiaan menjadi diri sendiri memang perlu waktu. Sukses di karir sebenarnya dapat diartikan sebagai usaha daya upaya untuk menjadi diri sendiri dalam mengembangkan potensi diri. Dalam hal ini maka sangat jelas jika uang bukan ukuran mutlak untuk menilai kesuksesan.

Bagi orang awam memang susah untuk membedakan antara pekerjaan, karir, dan materi. Hakekatnya karir dapat didefinisikan sebagai sebuah perjalanan yang panjang yang mencakup track dan record kegitan profesional itu sendiri.

Jika kita bekerja dengan hanya mengejar kejayaan materi seperti penimbunan sejumlah uang sebanyak-banyaknya, maka yang didapat hanyalah keberhasilan materi semata. Maka tidak heran jika banyak orang yang telah memiliki kekayaan yang lebih dari sekedar cukup tapi tetap tidak puas juga!

Tujuan utama dari sebuah karir hendaknya mengedepankan aspek rasa senang ketika kita menjalaninya (bukan malah menjadi beban) dan memahami betul dengan jelas makna pekerjaan yang selama ini kita lakukan.

Kebahagiaan dalam bekerja muncul ketika Anda memahami makna dan rasa senang dalam pekerjaan yang Anda lakukan.
Senyum Lucu



Artikel Terkait:

Bookmark and Share

Komentar :

ada 2 komentar ke “Karir dan Rupiah”
Seiri Hanako mengatakan...
pada hari 

kepuassan alam berkarier memang nggak bisa diukur denga uang
namun walau puas berkarier tapi keungan nggak cukup
tetap akan mengurangi kebahagiaan...

gyant mengatakan...
pada hari 

memang benar Seiri karir dan uang sama-sama kita perlukan. jadi tinggal kita bisa atau tidak menshukuri hidup aja ya jadina...hehe

Poskan Komentar