Sabtu, 24 Oktober 2009

Predikat Haji

Setiap Muslim pasti mendambakan untuk bisa ke Tanah Suci untuk menunaikan ibadah haji, termasuk saya, Amien…

Ibadah haji tanpa dibekali pengetahuan yang cukup, maka yang terjadi bukan nilai-nilai keikhlasan yang tampak, tapi justru yang sebaliknya. Hal ini dapat kita lihat dari seremonial-seremonial yang diadakan sebelum berangkat dan pulang haji. Mulai dari pengajian-pengajian yang diadakan di rumah sampai acara pamitan yang mengundang banyak orang seperti orang mau hajatan, yang kesemuanya menunjukkan kebanggaan, keglamoran serta berlebih-lebihan dalam pelaksanaanya.

Bahkan banyak orang menunaikan ibadah haji hanya sekedar meraih prestis di tengah-tengah masyarakat. Karena di masyarakat kita masih berkembang opini bahwa orang yang berhaji akan menjadi terpandang dan terhormat. Sehingga yang terbayang setelah pulang haji orang akan menghormatinya, dipanggil dengan sebutan Pak Haji atau Bu Hajah.

Yang menunjukkan ketidakikhlasan lagi adalah pemberian gelar H di depan namanya, hanya untuk sekedar menarik simpati orang dalam rangka pencalonan dirinya untuk menjadi pejabat tertentu. Lebih parahnya lagi ada yang tidak senang dan marah kalau tidak dipanggil dengan tambahan Haji atau Hajah. Ini semua kebiasaan-kebiasaan dan perilaku mengurangi nilai keikhlasan ibadah haji kita. Padahal ibadah haji membutuhkan keikhlasan niat di dalam menunaikannya. Karena keikhlasan menjadi salah satu barometer diterimaNya amal ibadah kita. Alangkah meruginya kita, jika sudah bersusah payah serta mengeluarkan biaya banyak, tapi tidak ikhlas dalam pelaksanaannya.

Semoga kita selalu ikhlas dalam beribadah...
Senyum Lucu



Artikel Terkait:

Bookmark and Share

Komentar :

ada 0 komentar ke “Predikat Haji”

Poskan Komentar