Senin, 12 Oktober 2009

Pacaran Masa Kini

Ketika Anda ditanya, 'sudah punya pacar?'. Dengan bangga Anda menjawab, 'sudah'. Namu bagaimana bila jawaban Anda 'belum', apa yang Anda rasakan? Rasa malu biasanya akan menghantui. Benarkah fenomena pacaran adalah suatu kebutuhan?

Jomblo-wan dan jomblo-wati acap kali di buat mati kutu oleh citra yang ditampilkan media. Tengoklah kisah-kisah di televisi, majalah, novel, bahkan syair lagu, hampir semua bercerita tentang kisah kasih orang pacaran. Pacaran telah menjadi komoditas kehidupan industrialis.'Cinta tidak lagi dipandang sebagai buah kematangan jiwa seseorang, tapi cinta hanyalah nama lain dari nafsu yang menggelora. Sehingga gaya pacaran semakin melenceng dari norma. Menjomblo bukan berarti kehampaan rasa cinta dalam diri, namun justru kemenangan pencarian makna cinta dalam diri sendiri'.

Ada empat ciri cinta yaitu, tahu, tanggung jawab, peduli dan respek. Cinta itu kekuatan, kemandirian, integritas diri yang dapat berdiri sendiri dan menanggung kesunyian. Cinta yang sesungguhnya adalah cinta yang dapat mengaktualisasikan potensi yang dimiliki oleh yang kita cintai.

Namun cinta dan gaya pacaran jaman sekarang telah melenceng dari makna cinta itu sendiri. Cinta diantara dua insan manusia seringkali justru bersifat destruktif atau merusak. Maka tak heran jika banyak ditemukan wanita-wanita muda hamil diluar nikah, atau istilah kerennya yang layu sebelum berkembang atau hilang keperawanan dan keperjakaannya.

Masa remaja memang memiliki tugas perkembangan untuk saling mengenal dengan lawan jenis. Namun pergeseran budaya telah mempengaruhi tugas itu, sehingga yang terjadi adalah masa remaja diartikan menjadi kebutuhan mencari pacar. Pacaran tidak lagi dianggap sebagai jembatan menuju jenjang pernikahan tetapi sebagai ajang rekreasi anak muda. Derasnya gejolak remaja telah menggusur moralitas dan menyebabkan pacaran menjadi gaya hidup yang penuh kebebasan dan keintiman.

Cinta membutuhkan kesenangan dalam ketenangan, sebuah kemampuan untuk menikmati proses menjadi dan bukan bertindak, memiliki atau memanfaatkan. Jangan lakukan apa yang tidak patut dilakukan dan jangan inginkan apa yang tidak patut diinginkan.

Senyum Lucu



Artikel Terkait:

Bookmark and Share

Komentar :

ada 2 komentar ke “Pacaran Masa Kini”
Bahauddin Amyasi mengatakan...
pada hari 

Lagi-lagi saya sepakat dengan "tesis" anda, Kang. Pacaran sudah menjadi grand narrative masyarakat postmodern dan life style kaum metropolis. Cinta remaja masa kini telah menjelma menjadi ritualitas yang kering makna, karena hanya semata-mata gelora nafsu tanpa mengindahkan sisi esoteris hakiki dari term cinta...

Salam akrab, Kang....

nda mengatakan...
pada hari 

Info yang bagus mas..
Emang ngeri bgt kalo ngeliat gaya pacaran muda mudi zaman sekarang. Apa lg d tambah dg sinetron2 yg jg secara tdk langsung ngasih contoh gaya pacaran "mengerikan". Trus dg marak'y internet, smua info bsa d akses dg mudah bgtu jg dg info n contoh2 gaya pacaran "mengerikan" tu...
Mereka yg pacaran skearang jd kehilangan arti dari pacaran itu sebenarnya...

Poskan Komentar