Rabu, 05 Agustus 2009

Membidik Sang Gadis

Wajar jika seseorang berharap mendapatkan pasangan yang bisa dicintai dan mencintainya. Seorang pemuda pernah menjalani proses ta’aruf atau perkenalan dengan seorang gadis. Dari beberapa komunikasi yang dilakukan, si pemuda menangkap kesan bahwa sang gadis mencari seorang pemuda yang baik, penuh perhatian, sanggup membimbing, sopan, humoris, penyayang dan sebagainya. Sementara si pemuda merasa tidak berkualifikasi sehebat itu. Si pemuda memandang dirinya sebagai orang yang blak-blakan, lumayan cuek, singkatnya tidak masuk kriteria sang gadis.

Benarkah seorang gadis, yang menemui kenyataan bahwa sang pemuda, ternyata berbeda dengan bayangan yang diimpikannya selama ini, akan sulit mencintainya? Belum tentu. Memang benar harapan yang mengangkasa membuat frustasi dan susah menerima kenyataan. Seorang pengamat mengatakan, yang lebih pas untuk laki-laki adalah istilah jatuh cinta, sementara yang sering dialami perempuan adalah tumbuh cinta. Ya, menumbuhkan rasa cinta, ini kuncinya.

Seorang teman bercerita untuk mendapatkan cinta sang gadis, ia harus telaten dalam memberikan perhatian, bersikap baik, dan terus-menerus membiarkan sang gadis tahu bahwa ia memang benar-benar menyayanginya. Di sisi lain, saya sedih banyak laki-laki yang tahu bagaimana memenuhi kebutuhan perempuan untuk didengarkan, dipuji, dimengerti, dan diperhatikan. Padahal perempuan itu bukan istrinya, dan bahkan berniat untuk dijadikan istri pun tidak. Cuma rasa bangga bisa menaklukkan perempuan yang menjadi motifasinya.

Maka, Anda jangan kalah dengan orang-orang yang hanya mempermainkan hati perempuan. Jika Anda merasa bahwa sang gadis belum bisa sepenuhnya menerima dan mencintai entah apa sebabnya, jangan putus asa. Biarkan tahu bahwa dia itu bermakna dan dibutuhkan. Anda ingat upaya Pemerintah Indonesia, pernah dengan rendah hati menyatakan ingin merebut hati masyarakat Aceh, mengapa kita tidak. Bila Anda bersungguh-sungguh, tentu si dia juga merasa layak mencintainya.

Semoga sang gadis bisa menumbuhkan cintanya…
Senyum Lucu



Artikel Terkait:

Bookmark and Share

Komentar :

ada 0 komentar ke “Membidik Sang Gadis”

Poskan Komentar