Rabu, 17 Juni 2009

Berhenti Selingkuh

Kemarin sahabat saya Mbak El Evita melalui Facebook menanyakan cara berhenti kecanduan selingkuh. Setelah saya bertapa dan mencari wangsit di dunia maya dapat saya rangkum di senyumlucu. Sebenarnya kalau mau baca waktu tempo doeloe sudah saya posting Tetap Bening Saat Jenuh mungkin hampir sama.

"Selingkuh itu perbuatan yang tidak terpuji, tidak terpuji di hadapan manusia juga tidak terpuji di hadapan Tuhan” Lazimnya selingkuh itu adalah hubungan romantis dengan yang bukan pasangan/pacar resmi, melakukan sesuatu tidak dalam koridor komitmen. Sedangkan selingkuh menurut versi KUBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) keluaran 1991 berarti: tidak berterus terang; tidak jujur; suka menyembunyikan sesuatu untuk kepentingan sendiri; curang; serong.

"Selingkuh itu indah dan kelezatanya melebihi rasa saus yang di tuangkan di atas bakso, Hmm...," Selingkuh memang nikmat kalau ia tidak mengikat dan tidak berhasil diungkap. Hidup jadi lebih berwarna dan bekerja juga lebih giat. Demikian pengakuan salah seorang penikmat perselingkuhan.

Selingkuh saat belum menikah adalah wajar karena kita wajib mencari pasangan yang paling tepat tidak boleh meleset. Demikian yang diutarakan seorang teman lama saya. Banyak pepatah yang bisa diutak-atik agar pas. Selama janur kuning belum melengkung. Masih banyak ikan di lautan. Dunia tidak selebar daun kelor. Cuplikan pepatah, sedikit terawangan dibumbui imajinasi tingkat tinggi maka hobinya bergonta-ganti pasangan wajib untuk dilakukan. Hehehehee…

Tapi bagaimanapun juga, selingkuh adalah selingkuh, tak ada pembenaran dengan alasan apa pun. Selingkuh adalah bentuk praktek kehidupan yang tidak sehat dan tidak terpuji, jika kita tilik dari sudut pandang hukum, kesehatan, sosial, budaya bahkan agama sekalipun. Karena pada prakteknya, perselingkuhan selalu penuh dan sarat dengan kebohongan. Bohong pada diri sendiri, istri, suami, anak-anak, lingkungan dan masyarakat. Bahkan, berbohong kepada Tuhan.

Salah satu ajaran terpenting dari setiap agama adalah upaya pengendalian diri, bahkan dikatakan secara jelas dan tegas, bahwa sesungguhnya peperangan terbesar di muka bumi ini adalah peperangan melawan hawa nafsu dirinya sendiri. Hal ini sesuai dengan salah satu asas kesehatan jiwa bahwa "Orang yang sehat jiwanya adalah orang yang mampu mengendalikan diri (self control) terhadap segala bentuk rangsangan, baik yang tumbuh dari lingkungannya maupun yang datang dari dirinya sendiri.

Jika Anda dan pasangan merasa pasif dalam hubungan, janganlah terburu-buru iri terhadap pasangan lain. Karena ada pasangan yang dari luar terlihat atraktif, Anda jadi tertarik, dan berharap kalau saja pasangan Anda seperti sosok pasangan tersebut. Orang yang gundah karena membandingkan dirinya dengan orang lain ini seharusnya bisa membuka mata hati lebih lebar. Sebetulnya, apa yang ditampilkan orang lain belum tentu sesuai buat dirinya. Bagaimana cara agar rumput di halaman sendiri sehijau (atau bahkan lebih hijau) daripada rumput tetangga ? Menyadari bahwa manusia itu tidak ada yang sempurna

Ada pertanyaan cukup mendasar yang ingin saya tanyakan, "setujukah Anda jika saya katakan bahwa selingkuh adalah bagian dari kejahatan dunia?" Jika Anda setuju, pastikan bahwa diri dan rumah tangga Anda terhindar dan terbebas dari praktek dan kegiatan yang tidak sehat dan tidak terpuji ini.

Tips kalo emang bener-bener mo berhenti selingkuh:

1. pastikan hati mu bener-bener mo pisah dari selingkuhan
2. bilang baik-baik sama selingkuhan rencana pisah
3. kurangi frekuensi pertemuan
4. lupakan dia dengan berbagai kesibukan baru

masih gak bisa juga ? hmmm ... lihat rule nomor "

Next
1.Hal Kecil Mengingatkanku Padamu
2.Konflik Berakhir Cantik
3.Hanya Cintamu
4.Penemu Facebook

Salam senyum^_^
Senyum Lucu



Artikel Terkait:

Bookmark and Share

Komentar :

ada 1
amir_breeze mengatakan...
pada hari 

Hello,


Soal istri serong, ini ada artikel bagus: "Ketika Perempuan Selingkuh" alamatnya: http://cantik40s.blogspot.com/2009/06/ketika-perempuan-selingkuh.html.

Di blog Cantik Selamanya.

Bagus artikelnya!

Poskan Komentar